Indonesia Menghasilkan 141 Ribu Ton Sampah Setiap Harinya, Kebiasaan Kecil yang Jadi Bencana Besar
Dilansir dari kompasiana.com, Setiap hari, Indonesia menghasilkan timbunan sampah dalam jumlah yang sangat besar. Jika dibayangkan, volumenya seolah membentuk “gunung sampah” baru yang terus bertambah tanpa henti. Gambaran tersebut bukan sekadar ilustrasi, melainkan cerminan dari kondisi nyata. Berdasarkan data yang disampaikan Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, volume sampah nasional telah mencapai sekitar 141.926 ton per hari. Jumlah ini diperkirakan akan terus meningkat seiring bertambahnya jumlah penduduk dan perubahan pola konsumsi masyarakat.
Ketika membahas persoalan sampah, banyak orang langsung mengaitkannya dengan penggunaan plastik. Padahal, fakta di lapangan menunjukkan bahwa persoalannya jauh lebih kompleks. Kebiasaan sehari-hari yang sering dianggap sepele justru menjadi penyumbang terbesar terhadap peningkatan volume sampah di Indonesia.
Data dari Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) menunjukkan bahwa sampah sisa makanan merupakan jenis sampah yang paling mendominasi, dengan porsi mencapai 40,4% dari total komposisi sampah nasional. Sementara itu, sampah plastik berada di urutan kedua dengan kontribusi sebesar 18,1%. Bahkan, Indonesia tercatat sebagai penghasil sampah makanan terbesar kedua di dunia setelah Arab Saudi, dengan total mencapai 46,3 juta ton.
Dari sisi sumber penghasilnya, sektor rumah tangga menjadi penyumbang terbesar. Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melalui SIPSN, sebanyak 56,7% sampah berasal dari aktivitas rumah tangga, sedangkan 13,7% berasal dari aktivitas pasar. Temuan ini menunjukkan bahwa tantangan pengelolaan sampah tidak hanya berasal dari sektor industri atau manufaktur, tetapi juga dari aktivitas sehari-hari yang terjadi di setiap rumah.
Meskipun bukan menjadi penyumbang terbesar berdasarkan komposisi, plastik tetap menjadi salah satu jenis sampah yang paling mengkhawatirkan karena membutuhkan waktu yang sangat lama untuk terurai secara alami. Pada 2025, total timbulan sampah di Indonesia tercatat mencapai 25,14 juta ton, dengan 20,49% di antaranya berupa sampah plastik.
Menariknya, kenaikan harga plastik ternyata belum mampu mengubah kebiasaan masyarakat secara signifikan. Hasil survei Jakpat menunjukkan bahwa 71% responden masih memanfaatkan plastik sebagai kantong sampah karena dianggap lebih praktis, elastis, dan tahan terhadap kebocoran. Kondisi ini menjadi gambaran bahwa penyelesaian persoalan sampah tidak hanya bergantung pada kebijakan atau teknologi, tetapi juga membutuhkan perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah sejak dari sumbernya.
